Its good to be back !

September 8, 2009

Baby, its good to be back, feels mighty good to be back
Baby, its good to be back with you
Baby, its good to be back, so good, so good to be back
Aw honey, honey its good to be back with you

(Taken from “Good to be back” by Natalie Cole)

That’s what I felt when I got back to Indonesia. Baby, its good to be back!

Mengapa, karena seminggu ini aku ada di Bangkok untuk workshop uji profisiensi. Meskipun kembali kepada KRL Serpong – Tanah Abang yang isinya segala aya bukan Bangkok Skyline (BTS) yang nyaman dan frekuensinya 5 menitan, kembali kepada rumah sederhanaku bukan kamar hotel bintang 5 yang full ac dan air hangat selalu tersedia, kembali kepada jalan berlobang khas serpong bukan jalan mulus Bangkok, kembali kepada rutinitas pekerjaan bukan belajar, dan yang terpenting kembali kepada keluarga dan ngeblog lagi🙂
Meskipun hotel bintang 5 tetapi internet pelit, cuma free di lobby. Daripada main internet lebih baik menjelajah seputaran Bangkok, soalnya cuma punya waktu setelah jam 5 sore selepas workshop. Lagi pula berbarengan bulan puasa jadi kurang enak workshop pas bulan puasa, mana makanannya kelihatannya uuuueeenak … uuenaakkk …..😦 maklum makanan Thailand memang uuuuueeenak ….🙂 jadi kurang maksimal menikmati fasilitas hotel, tidak makan siang dan tidak makan coffee break ….😦

Well, to be or not to be, fasting must go on.

Me at Central World_

Kesan pertama terhadap Bangkok adalah sama seperti Jakarta, tetapi ada campuran suasana Singapura dan Hanoi. Dari perasaanku terhadap suasana udara (atmosfer), bau dan arsitektur rumah dan jalanan, perpaduan Singapura dan Hanoi. Mungkin karena banyak yang berjualan makanan yang mirip dengan Hanoi sehingga baunya juga sama, dan beberapa bagian dari paduan jalan layang, sky train (jika di Jakarta monorel yang ga jadi-jadi) mirip Singapura disamping orangnya. Kata sopir taksi sih susah membedakan orang Indonesia, Philipina, Thailand, Laos, Myanmar ya pokoknya yang hampir serumpum. Begitu pula di pesawat, pasti pramugarinya ngajak ngomong Thailand, padahal … ngertinya cuma sa-wat dee ka, khorb koon kap🙂

Di Bangkok banyak banget mal-nya seperti Jakarta, mungkin Jakarta kalah, dengan design dan arsitektur yang elegan dan kelihatannya untuk kalangan menengah ke atas meskipun yang seperti ITC juga ada. Tempat “massage” ada di mana-mana menawarkan thai massage, foot massage, reflexy massage dengan harga antara 200 Baht s/d 700 Baht. Hati-hati kalau ditawari “full body massage” karena yang di-massage bisa yang lain-lain he … he …🙂 – itu sopir taxy yang bilang lho🙂
Masih sopir taksinya yang bilang, tarif “body massage” yang plus-plus sekitar 2000 Baht, jika dengan rupiah sekitar Rp. 620.000, dan ternyata dikursi taksi ada reklamenya soal yang ini.
Disamping itu banyak banget bar (night club), yach mirip-mirip Kuta – Bali gitu, dengan cewek-cewek menawarkan Anda untuk masuk ke dalam, wuih … harus kuat imron-nya karena weleh … weleh … (you must see it by yourself). Begitu keluar hotel langsung deh bar menggoda, industri yang melibatkan wanita kelihatannya sudah sangat umum di Bangkok. Aneh juga sih, hotel bintang lima kok tidak di jalan protokol, tetapi agak masuk jalan sempit dan banyak begituannya lagi. Dari kamar hotel (lantai 30) memang terlihat begitu, gedung-gedung tinggi tidak mengumpul di jalan tertentu seperti Thamrin-Sudirman, tetapi menyebar dan agak-agak masuk ke dalam.

Bangkok at Night

Untuk mendapatkan foto ini, harus membuka jendela hotel dan sialnya jendela macet, tidak bisa ditutup kembali🙂. Terpaksa panggil house keeper dan harus pindah kamar😦 sambil duty manager nya bersungut-sungut, kelihatannya kurang ramah gitu untuk ukuran hotel berbintang, hal ini terlihat juga pas di front office kurang murah senyum.

Bule-bule banyak banget seperti di Bali, kelihatannya pada seneng wanita Thai di sini terlihat rata-rata gandengannya wanita lokal.

Jam buka puasa 18.35. Makanan halal memang lumayan banyak, jika kita mau cari. Cuma memang harus agak blasak-blasak, di mal-mal juga ada kok dan umumnya restoran India. Karena agak blasak-blasak jadi tahu sudut-sudut kota🙂

Di Bangkok sudah mulai terlihat wanita yang pakai jilbab, bahkan menurut kolega Thailand saya pada jajaran tinggi di pemerintahan ada yang dijabat oleh orang muslim karena mereka percaya dengan kualitas pejabat tersebut. Begitu juga dengan bintang sinetron/film dan presenter tv, menurut mereka behavior muslim bagus. Kolega saya ini melihat cara berpakaian wanita muslim jauh lebih baik dibandingkan dengan cara berpakaian cewek-cewek/abg Thailand yang memakai rok atau celana super tinggi🙂

Kalau jenis mobil persis Jakarta, cuma aku belum lihat avanza atau xenia …🙂

Selama di hotel sepertinya aku dengar suara orang ngaji dengan pengeras suara (maklum perut lapar, jauh dari keluarga, bulan Ramadhan), seperti di rumah aja nich pikirku dan aneh juga kok di Bangkok ada mesjid menyiarkan suara ngaji. Ternyata … oh … ternyata setelah aku turun ke bawah, letak hotel memang berseberangan dengan taman Benjasiri dan di taman tersebut disuarakan lagu-lagu dan suara orang, gak tahu ya ngomong apa soalnya dengan bahasa Thailand. Aku jadi ingat film-film perang dunia ke-dua, setiap hari masyarakat diberi doktrin atau propaganda pemerintah terus-menerus. Setiap ada lagu kebangsaan (jam enam dan delapan) disuarakan di taman tersebut, masyarakat yang lewat atau sedang berolah raga terus berhenti dan diam dalam posisi tegak mendengarkan/menghormati lagu tersebut sampai selesai. Melihatnya lucu juga, tetapi menurutku sih itu adalah keberhasilan pemerintah Thailand menanamkan rasa cinta tanah air kepada masyarakatnya. Aku terus membayangkan jika lagu Indonesia Raya disiarkan di Jakarta ….🙂

Taman dijadikan center of social activity, seperti di Hanoi yang masyarakatnya kelihatannya lebih suka menghabiskan waktu di taman – pagi-siang-malam taman penuh orang olah raga, untuk berolah raga, rekreasi sejenak, bermain, berlatih seperti senam taichi, pelajar latihan cheer leader dan lain sebagainya. Jadi ingat Jakarta lagi, taman-taman seperti itu sulit ditemui.

Benzine Park

Anak-anak bermain bola memanfaatkan ruang pinggir stasiun Palmerah

Anak-anak bermain bola memanfaatkan ruang pinggir stasiun Palmerah

Satu Tanggapan to “Its good to be back !”

  1. Noer said

    Welcome to home Ayah… We miss U very much :-*

    Seneng deh bisa bobo bertiga lagi ama Ayah dan Mas Riza, walau oleh2 yang diharapkan dr Bangkok tak kunjung datang😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: