Uji Profisiensi – Kenalan (aja)

Januari 22, 2010

Dalam keseharian mungkin kita sering mendengar mengenai uji profisiensi (proficiency test) bahasa inggris atau bahasa asing lainnya atau juga uji profisiensi untuk masuk ke sekolah tertentu atau uji profisiensi untuk pengujian atau pengukuran tertentu. Uji profisiensi yang saya sebutkan terakhir memang tidak sepopuler uji profisiensi bahasa karena memang cuma dibicarakan untuk komunitas tertentu yaitu komunitas laboratorium. Nah untuk kesempatan ini saya akan mengajak untuk berkenalan dengan uji profisiensi laboratorium.

Menurut ISO 43 part 1 – 1997, uji profisiensi (laboratorium) adalah penentuan unjuk kerja laboratorium dengan cara uji banding antar laboratorium (interlaboratory comparisons).

Dalam komunitas laboratorium mungkin uji profisiensi ini dikenal dengan nama yang bermacam-masam, misal komunitas laboratorium medik, uji profisiensi disebut dengan program pemantapan mutu eksternal tetapi esensinya sama.

Uji profisiensi ada banyak jenisnya (skemanya), seperti yang diuraikan dalam ISO/IEC Guide 43. Penyelenggara uji profisiensi (provider) harus memilih skema yang paling cocok untuk penyelenggaraan uji profisiensi, karena perilaku dan perlakuan bahan uji profisiensi dapat berbeda-beda yang membutuhkan skema yang berbeda pula.

Mengapa uji profisiensi diperlukan?

Alasan utama dari uji profisiensi adalah untuk memastikan mutu pengujian. ISO/IEC 17025 point 5.9 bilang:
5.9.1 The laboratory shall have quality control procedures for monitoring the validity of tests and calibrations undertaken. The resulting data shall be recorded in such a way that trends are detectable and, where practicable, statistical techniques shall be applied to the reviewing of the results. This monitoring shall be planned and reviewed and may include, but not limited to, the following:
a. regular use of certified reference materials and/or internal quality control using secondary reference materials;
b. participation in interlaboratory comparison or proficiency testing programs;
c. replicate tests or calibrations using the same or different methods;
d. retesting or recalibration of retained items;
e. correlation of results for different characteristics of an item.

Note: The selected methods should be appropriate for the type and volume of the work undertaken.

Jadi jelas bahwa uji profisiensi adalah salah satu cara untuk melakukan monitoring terhadap validitas hasil pengujian. Namun demikian penyelenggaraan uji profisiensi tidak hanya dapat ditujukan untuk monitoring validitas hasil uji saja, penyelenggaraan uji profisiensi dapat pula digunakan untuk tujuan collaborative study, untuk melihat karakteristik metode dan lain sebagainya.

Uji profisiensi digunakan sebagai alat untuk membandingkan hasil pengujian yang dilakukannya terhadap hasil pengujian yang sama yang dilakukan oleh laboratorium lain. Data-data hasil pengujian dari peserta uji profisiensi ini akan dilakukan analisa data dengan menggunakan teknik statistik tertentu, biasanya dengan robust statistik, untuk melihat unjuk kerja laboratorium dibandingkan dengan nilai tertentu (assign value) yang dapat diperoleh dari nilai konsensus antar laboratorium, nilai dari expert laboratory, nilai dari nilai acuan (reference value), dari nilai certified reference value dan nilai dari hasil formulasi (lihat ISO 13528).

Jadi pada intinya uji profisiensi adalah untuk melihat kompetensi laboratorium peserta dengan evaluasi statistik dari data pengujian yang didapatkan dari bahan uji yang didistribusikan. Tentu saja bahan uji ini harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu misal homogenitas dan stabilitas bahan.

Jika memungkinkan, sisa hasil uji yang telah diketahui assign value-nya dapat dipakai sebagai bahan pelatihan personel laboratorium dalam rangka peningkatan kompetensi analis laboratorium.

Uji profisiensi juga penting sebagai alat untuk menunjukkan kepada customer laboratorium mengenai unjuk kerjanya, misal kepada badan akreditasi, pelanggan, regulator, rekanan kontrak dan lain-lain.

Siapakah penyelenggara uji profisiensi (provider)?

Terminologi provider (agar lebih irit nulisnya🙂 ) adalah suatu lembaga (organisasi atau perusahaan, terbuka (public) atau tertutup (private)) yang melakukan perencanaan dan menyelenggarakan skema uji profisiensi (lihat ILAC-G13). ISO/IEC FDIS 17043 mengartikan dengan lebih sederhana, PT provider adalah organisasi yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pengembangan dan pengoperasian skema uji profisiensi.

Kadang suatu badan akreditasi mengembangkan dan menyelenggarakan sendiri skema uji profisiensi. Hal ini dapat disebabkan oleh masih sangat sedikitnya provider di negara tersebut atau uji profisiensi memang bertujuan untuk kepentingan badan akreditasi.

Provider dalam menyelenggarkan suatu uji profisiensi harus melakukan serangkaian kegiatan mulai dari design, penyiapan bahan sampai pelaporan. Tentu saja masing-masing langkah tersebut tidak bisa sembarangan di lakukan tanpa pengetahuan yang memadai. Untuk hal-hal tertentu provider dapat melakukan subkontrak kepada subkontraktor yang disebut dengan kolaborator. Ada tiga hal yang tidak boleh disubkontrakan, yaitu perencanaan skema uji profisiensi, evaluasi unjuk kerja dan pengesahan laporan akhir uji profisiensi.

Untuk menunjukkan kompetensinya, provider menggunakan suatu sistem manajemen dalam pengoperasiannya dan untuk keperluan saling keberterimaan di tingkat internasional telah ditetapkan bahwa ILAC-G13 digunakan untuk tujuan tersebut. (Sebagai catatan: Pada saat tulisan ini dibuat tengah disirkulasikan ISO/IEC FDIS 17043 yang akan menggantikan ISO/IEC Guide 43 dan ILAC-G13).

Tulisan terkait
skema uji profisiensi
analisa uji profisiensi – pendahuluan
analisa uji profisiensi – penentuan assign value

4 Tanggapan to “Uji Profisiensi – Kenalan (aja)”

  1. kurnia said

    saya kebetulan sedang mencari info tentang penyelenggaraan uji profisiensi, tulisan ini membantu saya untuk mendapatkan gambaran tentang uji profisiensi…maturnuwun sanget…^_^

  2. Rudi said

    Maaf nih Pak mengganggu…
    Saya kebetulan lagi mencari info “metode statistika dalam pengujian profisiensi” untuk digunakan dalam lab metrologi di Bandung. Kiranya bapak dapat membantu dlm referensi ISO 13528nya…?
    apakah di BSN ada..?

    • sugengcorner said

      Jika Bapak ingin membeli ISO 13528, BSN ada Pak karena BSN memang wakil Indonesia di ISO.
      Klo tidak salah, jika Bapak anggota mastan (masyarakat standardisasi), bisa dapat diskon 50% dari harga yang ditetapkan ISO. Untuk lembaga penilaian kesesuaian membayar 60% dari harga yang ditetapkan ISO. Silakan lihat PP 62 tahun 2007. Harga tersebut meskipun mahal untuk ukuran kantong kita, tetapi jauh lebih murah jika harus membeli ISO langsung dari web ISO atau web-web standard store lain. Untuk lebih jelasnya silakan kontak Pusido – BSN, tel 5747043 ext 144.
      Semoga membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: