Skema uji profisiensi

Februari 14, 2010

Ada beberapa jenis uji profisiensi yang tergantung dari jenis pengujian, metode pengujian yang digunakan dan jumlah laboratorium yang ikut dalam suatu uji profisiensi. Jenis uji profisiensi tersebut biasa disebut dengan skema uji profisiensi. Dalam tulisan ini saya mencoba untuk share skema uji profisiensi dalam bahasa yang sederhana.

Menurut ISO Guide 43-1, skema yang umum digunakan dalam uji profisiensi adalah:

1. Skema uji banding pengukuran (measurement comparison)
Skema uji banding pengukuran biasanya menggunakan alat uji/ukur yang dikelilingkan dari satu laboratorium peserta ke laboratorium peserta lainnya. Skema ini dapat diikuti oleh sedikit laboratorium karena pada skema ini biasanya menggunakan “assign value” yang dikeluarkan oleh “reference laboratory”. Reference laboratory mungkin adalah Lembaga Metrologi Nasional.

Pengertian “assign value” kira-kira adalah nilai yang ditetapkan pada kuantitas tertentu dan diterima (kadang secara konsensus) dengan ketidakpastian yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam uji banding pengukuran, laboratorium secara individu dibandingkan terhadap nilai acuan yang ditetapkan oleh reference laboratory.

Skema uji profisiensi ini umum digunakan dalam uji profisiensi laboratorium kalibrasi.

2. Skema uji (banding) antar laboratorium (interlaboratory testing)
Skema ini menggunakan sub-sample dari bahan uji yang didistribusikan secara bersamaan kepada peserta uji profisiensi untuk dilakukan pengujian secara bersama-sama.
Hasil pengujian dikirimkan kepada penyekenggara untuk dibandingkan dengan assign value sehingga didapat gambaran unjuk kerja laboratorium secara individual dan secara keseluruhan.

Homogenitas bahan uji sangat diperhatikan dalam skema ini sehingga data hasil uji tidak banyak dipengaruhi oleh variabilitas yang bersumber dari bahan uji.

Skema ini umum digunakan pada uji profisiensi laboratorium penguji.

3. Skema pengujian “split sample”
Umumnya skema ini melibatkan kelompok kecil laboratorium yang akan dievaluasi sebagai pemasok potensial dari jasa pengujian.

Dalam transaksi perdagangan, skema ini dilakukan dengan membagi sample untuk laboratorium yang mewakili pemasok dan laboratorium yang mewakili pembeli. Disamping kedua sample yang dibagi tersebut, biasanya ada sample tambahan yang disimpan untuk diuji pada laboratorium pihak ketiga jika terdapat perbedaan signifikan antara hasil uji laboratorium pihak pemasok dan laboratorium pihak pembeli.

Skema ini berbeda dengan “interlaboratory testing” sebab skema ini hanya melibatkan laboratorium yang sangat terbatas.

4. Skema kualitatif
Evaluasi unjuk kerja laboratorium tidak harus selalu dengan metode kuantitatif (membandingkan hasil uji), tetapi dapat juga dengan metode kualitatif misal menilai unjuk kerja dalam mengidentifikasi suatu jenis entitas tertentu misal organisme patogen, jenis cacat bahan, penyakit, bakteri dan lain sebagainya. Skema ini tidak perlu melibatkan banyak laboratorium atau uji (banding) antar laboratorium unjuk menilai unjuk kerja laboratorium.

5. Skema dengan nilai yang telah diketahui (known value)
Jenis uji profisiensi khusus lain adalah pengujian sample dengan parameter uji yang diukur telah diketahui nilainya. Hal ini memungkinkan untuk mengevaluasi unjuk kerja laboratorium secara individual yang dibandingkan dengan assign value. Skema ini tidak memerlukan laboratorium peserta dalam jumlah yang banyak.

6. Skema sebagian proses (partial-process)
Skema ini menilai unjuk kerja laboratorium untuk melakukan sebagian proses saja dari keseluruhan proses pengujilan atau pengukuran. Misal skema ini meminta laboratorium untuk mentransformasi data pengujian kedalam laporan uji atau meminta laboratorium untuk melakukan penyiapan contoh sesuai dengan spesifikasi tertentu.

7 Tanggapan to “Skema uji profisiensi”

  1. sulistia trikora astuti said

    Skema apa yang dapat digunakan dalam menyelenggarakan PT bila yang dilakukan adalah mengidentifikasi suatu patogen (kualitatif) dan contoh uji didistribusikan ke seluruh peserta lab, dikerjakan dalam waktu yang sama, personel berbeda, lab berbeda. Bagaimana menentukan asign value, uji homogenitas dan stabilitas. Bagaimana menentukan peserta in layer atau out layer. mohon sarannya. trima kasih

    • sugengcorner said

      Untuk PT kualitatif assign value dapat diambil dari nilai CRM jika patogen tersebut ada CRM-nya atau dapat dari hasil uji homogenitas. Misal didesign mengirimkan 4 sample untuk diuji, 2 sample positif dan 2 sample negatif atau 1 sample negatif dan 1 sample standar atau yang lain tergentung kebutuhan dan design penyelenggara. Tentunya diacak kodenya.
      Misal ambil skenario yang pertama, 2 positif dan dua negatif dan tidak ada CRM artinya penyelenggara PT menyiapkan sendiri bahannya. Penyelenggara PT menyiapkan sample dengan memformulasikan 2 kelompok untuk kelompok bahan, kelompok positif dan kelompok bahan yang negatif. Artinya assign value diambil dari formulasi tersebut. Homogenitas ditetapkan dengan pengujian positif dan negatif dari bahan yang diambil dari kelompok positif dan negatif yang jumlah dan caranya pengambilannya memenuhi kaidah statistik untuk mewakili kelompok bahan tersebut. Bahan positif nilainya harus positif semua dan begitu pula yang negatif. Jika ada yang tidak sama dalam satu kelompok berarti bahan tidak homogen.
      Uji stabilitas prinsipnya juga sama, penyelenggara PT melakukan uji pada waktu yang sama dengan peserta melakukan uji, pada lab yang sama dan metode yang sama saat melakukan uji homogenitas. ISO 13528 menyarankan paling sedikit 3 sample untuk uji stabilitas. Kriteria asesmen untuk uji kualitatif sama seperti uji homogenitas.

      Kriteria asesmen unjuk kerja memuaskan dan tidak memuaskan tergantung dari bahan dan pertimbangan tujuan uji profisiensi. Saya tidak bisa bilang harus begini atau begitu karena saya tidak ahli uji patogen. Ada yang menetapkan kriteria memuaskan dan tidak memuaskan didasarkan pada assign value saja, misalka vial nomor xxx harusnya positif, tetapi lab melaporkan negatif maka lab tersebut dimasukkan ke dalam kriteria tidak memuaskan. Ada juga yang memakai kriteria sistem skoring, misal tidak boleh ada false negatif satu pun, tetapi masih boleh false positif 1. Apapun kriterianya Anda harus berkonsultasi dengan ahli pengujian patogen dan ahli statistik. Ingat, metode apapun dapat Anda gunakan, syaratnya hanya dua secara statistik valid dan peserta diinformasikan dengan jelas metode yang akan Anda gunakan.

      Demikian sekilas, semoga membantu.

  2. Apa sajakah persyaratan untuk menjadi penyelenggara uji banding laboratorium? Perusahaan saya sudah memiliki sertifikat ISo 17025
    terima kaish

    • sugengcorner said

      Sebenarnya siapa saja dapat menjadi penyelenggara uji banding asalkan memiliki sumber daya yang mencukupi untuk menjadi penyelenggara uji banding (UB). Entah untuk keperluan sendiri atau untuk kepentingan komersial perusahaan Anda dapat menjadi provider UB. Dalam perkembangannya kompetensi penyelenggara menjadi perhatian hingga keluar standar ISO/IEC 17043 (dulunya ISO/IEC Guide 43) sehingga output uji banding dapat dipertanggungjawabkan, sebab jika hasil UB tidak dapat dipertanggungjawabkan kegiatannya menjadi mubazir dan apalagi jika sudah komersil makan lab yang ikut UB juga pasti akan dirugikan. Saat ini Komite Akreditasi Nasional telah ada skema akreditasi LPUP (Lembaga Penyelenggara Uji Profisiensi) berdasarkan ISO/IEC 17043, namun sayang di APLAC belum saat ini (13/08/2013) ada MRA untuk LPUP. Harapannya segera ada karena jika kebutuhan telah ada dan standar internasional juga telah ada biasanya MRA juga akan segera ada. Semoga.
      Jika ingin lebih tahu provider UB/UP di APLAC, bisa unduh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: