Analisa uji profisiensi – Pendahuluan

Februari 16, 2010

Setelah kita berkenalan dengan uji profisiensi, sekarang kita akan berkenalan dengan analisa hasil uji profisiensi sehingga kita mempunyai gambaran bagaimana analisa itu dibuat.

Setelah laboratorium melakukan pengujian/pengukuran sesuai dengan instruksi kerja/petunjuk peserta (kadang-kadang disebt juga sebagai protokol uji profisiensi) dan data hasil uji profisiensi telah terkumpul pada penyelenggara, maka penyelenggara uji profisiensi akan melakukan analisa hasil uji profisiensi. Kita akan coba untuk membahas analisa ini satu persatu pada beberapa tulisan berikutnya dengan referensi utama ISO Guide 43-1 (ISO/IEC 17043 in the future), ISO 13528 : “Statistical Methods for use in Proficiency Testing by Interlaboratory Comparisons” dan IUPAC Harmonized Protocol for PT of Chemical Analytical Laboratories 2006 yang tersedia secara bebas di sini (http://www.iupac.org/publications/pac/2006/pdf/7801×0145.pdf). Tentu saja informasi lebih detil silakan membaca sumber pustaka tersebut.

Ada tiga langkah utama untuk melakukan evaluasi uji profisiensi, yaitu:
1. penentuan assigned value;
2. perhitungan unjuk kerja statistik;
3. evaluasi unjuk kerja;
dan untuk skema uji profisiensi tertentu ditambah
4. penentuan uji homogenitas dan stabilitas.

Hal penting yang perlu dicatat adalah, untuk menganalisa uji profisiensi tidak terbatas pada statistik yang tertera pada standar-standar diatas, prosedur statistik apapun dapat digunakan untuk menganalisa hasil uji profisiensi asalkan prosedur tersebut secara statistik valid (statistically valid) dan diterangkan secara gamblang kepada peserta uji profisiensi. ISO/IEC 17043 mengamanatkan untuk mendokumentasikan statistical design dan metode analisa data untuk menentukan assigned value dan mengevaluasi hasil peserta serta membuktikan bahwa asumsi statistik tersebut masuk akal.

Design statistik tersebut juga harus benar-benar memperhatikan hal berikut:
– the accuracy and measurement uncertainty required or expected;
– the minimum number of participants;
– number of significant figures and decimal places;
– number of proficiency test items and repeat tests;
– procedures to establish evaluation criteria;
– procedures to be used to handle outliers;
– procedures for the evaluation of excluded values;
– the objectives to be met for the design and frequency of proficiency testing rounds.

(ISO/IEC 17043: 4.4.4.3)

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah “fit for its purpose”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: