Bereskan utang

Maret 26, 2010

Setelah mendengar khotbah Jum’at minggu ini, membuat saya kepingin untuk membagi isi khotbah kepada para blogger semua karena ada elemen khotbah yang menggelitik saya. Maksudnya …. radha-radha relevan dengan gaya hidup modern …. yaitu “utang”.
Biasanya saya tidak mau nulis yang berbau kebajikan atau yang sejenis, karena saya masih sangat jauh dari perilaku muslim yang baik. Jadi dari pada saya dikutuk karena cuma pinter ngomong, tetapi tidak pinter mengamalkan ajaran tersebut; lebih baik diam saja. Mohon maklum.

Intinya penceramah mengajak dirinya sendiri dan hadirin untuk menyegerakan berbuat baik. Penceramah mengajak hadirin untuk “menyegerakan bertaubat apabila berbuat salah”; “menyegerakan mewujudkan niat baik”; dan “menyegerakan menyelesaikan hutang apabila ada kemampuan untuk membayar”.
Sebenarnya ada banyak perbuatan baik, tetapi menurut hemat beliau jika bisa melakukan tiga ini saja dulu akan membawa dampak yang sangat besar pada perilaku kita. Hemmhmm …🙂

Segera bertaubat apabila berbuat salah, kenapa? Karena umur kita tidak ada yang tahu. Semua kita pasti akan mati, dan saat kematian kita hanya Allah yang tahu. Tidak peduli umur berapa, kapan, dimana, status sosial, status ekonomi, ilmuwan dan sebagainya, jika “saat itu” datang pasti akan pergi. Jadi segera bertaubat selagi masih ada kesempatan. Berbuat salah adalah manusiawi, yang lebih bernilai jika kita segera bertobat dan belajar dari kesalahan agar tidak jatuh pada tempat yang sama.
Jadi ingat lagunya Chrisye, “Akan datang hari mulut dikunci, kata tiada arti. Akan datang masa tanpa suara dari mulut kita.”

Segera mewujudkan niat baik. Meskipun hari esok adalah “doom day” jika hari ini ada niat menanam tumbuhan segeralah menanam karena pahala dan manfaat yang besar. Meskipun kebaikan itu hanya sepele, misal memberi senyuman kepada setiap orang, mengucap salam dll, tetapi jika dilakukan dengan terus-menerus akan sangat dicintai oleh Allah. Begitu kata penceramah.

Segera membayar utang jika ada kemampuan untuk melunasinya. Ting … ting … ting. (thinking mode: on) Wah ini mah nyindir saya, karena tagihan kartu kredit yang ga habis-habis. Belum kredit yang lain-lain.🙂
Tetapi tetap Alhamdulillah, masih diberi berkah untuk tetap bisa bertahan.🙂
Penceramah menjelaskan lebih lanjut, bahwa salah satu doa yang paling dimunajatkan Nabi adalah “Ya Allah, aku berlindung dari lilitan utang” (Bahasa arabnya tidak tahu – penceramah lengkap dengan bahasa Arab🙂 ). Ketika ditanya sahabat kenapa begitu, Nabi menjawab karena hutang akan membimbing manusia kepada dusta.
Mungkin benar juga, karena kalau pas jatuh tempo kita tidak bisa bayar kita memikirkan mau pakai alasan apa jika ditagih.
Jika politisi sebelum jadi presiden, gubernur, bupati, walikota sampai lurah janji jika sudah jadi akan berbuat begini – begitu, pas ditagih janjinya pun jawabannya diplomatis. Jawaban diplomatis politisi sebenarnya adalah teman dekatnya dusta. Jadi politisi janjinya yang ga enak saja biar tidak ditagih🙂, tapi kemungkinan besar tidak dipilih🙂.

Menurut saya, kadang kita harus berhutang untuk memulai usaha atau untuk modal. Memang ada kemungkinan (chance) usaha gagal dan kita gagal bayar utang, tetapi itu adalah resiko. Mumpung masih muda, masih kuat, jika jatuh cepat bangunnya. Begitu kata Robert Kiyosaki.

Jadi jika ada kemampuan bebaskanlah diri kita dari lilitan hutang.

Semoga kita semua terbebas dari lilitan utang. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: