Frustasi di jalan?

Oktober 8, 2010

Head line Harian Kompas, Jumat 8 Oktober 2010 - Warga Frustasi Hadapi Macet

Harian Kompas mewartakan dalam head line-nya pada hari Jum’at 8 Oktober 2010 bahwa “Warga (Jakarta – red) Frustasi Hadapi Macet”. Jika koran sekelas Kompas sudah menulis dalam head line berarti masalah ini sudah sangat berat dan mendesak untuk diatasi.

Memang sih masalah kemacetan lalu lintas sudah menggila. Kadang yang menjengkelkan jika macet tetapi tidak jelas apa yang membuat macet, setelah sampai pada titik tertentu tiba-tiba lancar aja.🙂
Coba diperhatikan, banyak kemacetan ditimbulkan oleh adanya putaran (untuk membalik arah). Ngasih pembatas jalan nanggung, jika memang mau kasih puteran mbok yo sing niat ngono lho. Puteran sebaiknya dibuatkan bundaran agar aliran lalu lintas lancar. Pembuatan puteran yang berhasil adalah Serpong meskipun mulai melati mas ke arah bandara juga cuma koakan pembatas jalan dan menyebabkan kemacetan. Belum lagi ditambah angkot ngetem dan muter sembarangan, kadang truk mogok dan lain-lain.

Permasalahan lalu lintas memang rumit🙂, tetapi bukan berarti tidak dapat diatasi.

Traffic light juga sangat membantu kelancaran lalu lintas, tetapi kebanyakan traffic light juga menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Ada juga yang lucu, perempatan Muncul dikasih satu-satunya traffic light malah macet banget, tetapi ketika traffic light dimatikan malah relatif lancar; meskipun klo jam mo masuk sekolah macet juga gara-gara mobil pengantar anak sekolah smu di dekat perempatan Muncul pada keluar masuk sekolah.😦

Kemacetan tidak hanya di Jakarta, tetapi di banyak kota besar juga ada kemacetan.

Kemacetan lalulintas di Seoul. Photo diambil di depan JW Marriot Seoul.

Kemacetan di Bangkok - Thailand. Photo diambil di dekat Emporium Mal/Imperial Queens Park Hotel Bangkok

Suasana lengang di Putra Jaya. Untuk perbandingan meskipun tidak sepadan karena Putra Jaya tidak untuk pemukiman, tetapi kantor pemerintahan🙂

Para ahli transportrasi, tata ruang dan ekonomi telah menyampaikan analisis sesuai dengan kepakarannya masing-masing, tetapi langkah nyata dari pemerintah daerah (dibantu pemerintah pusat kali ya soalnya DKI Jakarta adalah Ibu Kota Negara dan Pusat Pemerintahan🙂 ) hampir tak terlihat. Usaha membuat tidak macet ada, tetapi tidak optimal.

Disamping faktor “gula” yang terpusat di Jakarta, tidak berimbangnya jumlah kendaraan dengan ruas jalan, masalah transportrasi massal juga tidak ada pembenahan yang memadai. Bus way cukup menjanjikan, tetapi lama-lama bus way menjadi bus away karena tidak pinter memelihara fasilitas yang telah diberikan. MRT, subway, monorail ga jelah. Kereta yang sudah ada lebih dioptimalkan. Untuk monorail, jangan buat monorail yang seperti di KL, serem, perasaan seperti mo lepas dan jatuh aja klo belok.🙂

Untuk mensiasati agar tidak stress, angkutan kereta memang menjadi pilihan yang paling baik disamping busway (dengan syarat jalurnya ga diembat kendaraan pribadi). Saat ini orang lebih seneng parkir kendaraan di stasiun kereta dan melanjutkan perjalanan dengan kereta. Coba perhatikan, parkiran di stasiun hampir semuanya berjubel.

Tempat parkir penuh sesak dengan kendaraan di Stasiun Rawa Buntu. Jika kesiangan sedikit, tipis harapan untuk dapat tempat parkir.

Suasana parkiran di Stasiun Mo Chit pada jam 10 malam. Tampak parkiran yang luas dan di stasiun ini juga tempat mangkal kereta commuter Bangkok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: