Utamakan penumpang, I would if I could

April 14, 2011

Mungkin tanda ini bagi Anda yang pernah ke subway di Seoul – Korsel atau MBT Bangkok tidak asing lagi. Tanda ini memberi petunjuk untuk mendahulukan penumpang yang turun dan penumpang yang turun tersebut melewati jalur tengah dan penumpang yang akan naik menunggu penumpang yang turun sampai habis dan naik dari kedua sisi kanan kiri. Jika di subway Seoul dan MBT Bangkok, penumpang yang akan naik pada berdiri “urut kacang” seperti antri karcis di sisi kanan kiri dan masuk secara teratur tidak tergesa-gesa. Penumpang menunggu di peron yang telah diberi tanda dan pintu kereta pasti akan membuka didepan tanda tersebut. Enak dilihat.
Jangan harap keadaan ini bisa dilihat di Jakarta.😦

Memang tanda ini sudah beberapa waktu yang lalu dipasang dikereta KRL AC bersamaan dengan tanda larangan membawa anjing, duduk di dibawah dll, tetapi tanda ini kurang mendapat respon dari para pengguna kereta. Lihat saja jika KRL Ciujung sore sampai di Tanah Abang atau KRL AC pagi sampai di Sudimara, penumpang dengan beringas berlomba-lomba masuk duluan untuk mendapat tempat duduk. Hingga kita harus merapatkan barisan tempat duduk jika tidak ingin ditimpa sebongkah daging yang bernama pantat.πŸ™‚ Kadang ada penumpang yang kesandung karena berlarian tergesa-gesa masuk kereta untuk memburu tempat duduk. Jangan harap Anda dapat turun terlebih dahulu jika Anda naik Ciujung yang sampai jam 5 di Tanah Abang. “Kursi” dimana-mana memang enak, ga di kereta, di rumah, di DPR, di Perusahaan, di Lembaga Pemerintah, semua orang memang butuh kursi. Jangan sampai “dari “kenaikan” sampai “keturunan” tidak mendapat “kedudukan” alias kursi” weh tobat … tobat …

Perilaku yang demikian dipicu oleh keterbatasan sarana kereta yang nyaman dan terpaksa mengikis perasaan saling “tepo sliro” atau saling tenggang rasa mengutamakan yang lebih membutuhkan hanya karena ingin duduk. Sering lihat ibu-ibu hamil sedang besar dan tidak ada yang mau kasih tempat duduk. Padahal waktu di Metro orang benar-benar mengutamakan orang tua dan orang hamil, yang muda-muda lebih memilih berdiri meskipun ada tempat duduk, itu semua karena kereta yang nyaman.

4 Tanggapan to “Utamakan penumpang, I would if I could”

  1. mano said

    Makanya mas, jangan sering-sering ke luar negeri, bisa-bisa abis tuh rasa bangga jadi rakyat Indonesia, punya saya tinggal dikit doang nih, cukuplah buat sehari-hari.
    Ato ada baiknya sekali-sekali ke korut, jangan ke korsel aja. Biar ga dituduh pemerintah kita-kita memandang ke atas terus ngga pernah ngeliat kebawah.πŸ˜€ (ketawa miris).

    • sugengcorner said

      he … eh, kebetulan aja.πŸ™‚
      Ada baiknya kita mencontoh dari yang sudah baik, tapi yang jelek dari mereka ga usah dicontoh nanti tambah semrawut negara kitaπŸ™‚

  2. Martin said

    wah ternyata ada yang senang mengamati tingkah laku sosial di dalam kereta, saya pribadi juga prihatin dengan perilaku penumpang KRL seperti ini, penumpang langsam masih memiliki rasa toleransi / tenggang rasa lebih baik

    • sugengcorner said

      Iya soalnya saya prihatin klo lihat ibu hamil atau orang tua ga dikasih tempat duduk oleh yang muda atau yang merasa lelaki. πŸ™‚
      Saya cuma membayangkan bagaimana jika istri kita yang lagi hamil atau mereka yang lagi hamil digituin atau nglamin sendiri, kan “ngenes” tho😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: